Sejumlah warga dari Dusun III, Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI saat melakukan aksi unjuk rasa

OKI, Laparta News - Puluhan warga yang berasal dari Dusun III, Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Senin pagi (18/02) sekitar pukul 09.00 wib menggelar aksi demo. Mereka memblokade pintu masuk PT Waskita Karya yang berada di desa tersebut untuk meminta pertanggungjawaban pihak perusaahaan.

Aksi ini dilakukan lantaran warga merasa kesal desa mereka kerap terendam banjir. Hal ini diduga disebabkan akibat ulah pihak perusahaan yang telah menutup saluran air (Box Culvert) di jalan tol yang melintasi sawah milik penduduk setempat.

"Akibatnya air tidak mengalir dan menggenangi desa kami, bahkan sejumlah sawah milik warga juga ikut terendam air. Maka dari itu kami sengaja datang ke sini untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban dari pihak perusahaan untuk mengatasi masalah ini," ujar Adam warga Dusun III Desa Celikah kepada wartawan.

Sejauh ini sambung Adam, pihaknya telah melaporkan masalah tersebut kepada kepala desa setempat bahkan sampai ke pihak kecamatan. Namun, keluhan yang disampaikan oleh warga belum ada tanggapan.

"Solusinya sampai sekarang belum ada, kami ingin saluran air yang telah ditutup kembali dibuka. Sehingga air bisa mengalir dan tidak lagi menggenangi areal persawahan dan rumah penduduk. Kami seluruh warga tidak pernah mempermasalahkan soal pembangunan tol, namun jangan gara-gara keberadaan tol ini masyarakat kecil jadi korban," keluhnya.

Menurutnya ada tiga saluran air yang saat ini ditutup. Mereka meminta agar saluran tersbeut kembali dibuka agar air bisa keluar dan mengalir hingga tidak lagi menggenangi pemukiman warga.

"Sebalumnya kepala desa bahkan camat telah berjanji kepada kita, nantinya tidak akan banjir lagi namun buktinya sekarang masih banjir. Bahkan dalam tahun ini banjir sudah terjadi sampai dua kali," bebernya.

Aksi yang dilakukan oleh warga hingga saat ini belum ada tanggapan serius dari pihak perusahaan. Begitu juga dengan pihak subcon PT PIM yang bekerjasama dengan PT Waskita juga bungkam terkait keluhan masyarakat.

"Kami tidak bisa memberikan jawaban atas permasalahan ini. Karena dalam hal ini yang bertanggungjawab adalah piha PT Waskita. Kita juga sudah koordinasi dengan pihak PT Waskita namun juga belum ada tanggapan," katanya seraya mengaku akan terus berkoordinasi terkait masalah tersebut kepada PT Waskita. (Red/LN 01)

Posting Komentar