Hendri Harianto bersama sejumlah pegawainya saat menunggangi kuda pacu di lokasi sekolah berkuda miliknya di Jalan Mentawai, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur

Prabumulih, Laparta News - Olahraga berkuda mungkin sangat asing dilakukan oleh masyarakat, khususnya di Kota Prabumulih. Sebab, olahraga ketangkasan berkuda ini dinilai olahraga mahal, yang hanya bisa dinikmati oleh masyarakat kalangan menengah ke atas yang berkantong tebal.

Nah, stigma seperti inilah yang membuat Hendri Harianto merasa terpanggil untuk mempopulerkan olahraga berkuda kepada semua kalangan. Ia ingin menepis jika olahraga berkuda hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu saja. Bahkan olahraga yang satu ini bisa dinikmati siapa saja, tidak memandang orang itu miskin ataupun kaya.

"Siapa saja bisa kok menikmati olahraga berkuda ini. Tidak harus membeli kuda dulu untuk bisa mengikuti olahraga ini," ujar Hendri saat dibincangi di kediamannya Jalan Mentawai, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur, Sabtu (02/03/2019).

Pria kelahiran Bandung, 17 Agustus 1984 ini mengaku banyak manfaat yang didapatkan untuk kesehatan dalam olahraga berkuda ini. Diantaranya, meningkatkan kebugaran fisik, meringankan obesitas, membantu terapi Multiple sclerosis yang merupakan penyakit auto imun yang dapat mempengaruhi otak, saraf tulang belakang, dan saraf optik mata.


Tidak hanya itu, olahraga berkuda juga dapat dijadikan sebagai salah satu metode terapi bagi anak penderita autisme yang merupakan kelainan terhadap perkembangan yang mempengaruhi komunikasi dan perilaku seseorang. Dengan memanfaatkan olahraga berkuda terapeutik, anak penderita autisme dipercaya dapat meningkatkan kemampuan perilaku mandirinya.

"Banyak lagi manfaat kesehatan lainnya yang bisa kita dapatkan dalam olahraga ini. Kita lihat dari sisi manfaatnya, meskipun mahal bukan berarti kita harus meninggalkan olahraga ini," katanya.

Dengan memanfaatkan kuda-kuda peliharannya yang berjumlah 15 ekor ini, Hendri ingin olahraga berkuda menjadi salah satu olahraga populer di Kota Prabumulih. Tidak hanya itu, pria yang juga merupakan Kepala Kantor Cabang BNI 46 ini memiliki keinginan untuk membuat sekolah berkuda di Prabumulih. Hal ini dilakukan selain untuk salah satu objek wisata berkuda juga bertujuan untuk menjaring bibit atlet pacu kuda.

"Karena mengingat kondisi lahan yang belum memadai ntuk saat ini baru disediakan lima ekor kuda. Jenisnya kuda lokal asal Sumbawa dan kuda impor peranakan Australia. Dalam waktu dekat akan ditambah dua ekor kuda lagi yang didatangkan langsung dari Bandung," jelasnya.



Sejumlah anak-anak sekolah TK tampak antusias belajar cara menunggangi kuda
Meski baru sekitar tiga bulan memelihara kuda di Prabumulih, namun antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke tempatnya cukup banyak. Khususnya bagi anak-anak sekolah yang ingin melihat dan mencoba langsung cara berkuda. Bahkan selain berkuda, pengunjung juga bisa menguji ketangkasan dalam olahraga panahan.


"Apalagi Prabumulih ada icon patung kudanya, jadi saya rasa cocoklah jika di kota ini diadakan sekolah berkuda. Bahkan Gubernur Sumsel Herman Deru saja juga memesan kuda lewat saya, dan beliau saat ini buka lokasi wisata berkuda di wilayah Gandus. Siapa tau Walikota Prabumulih nantinya juga punya keinginan yang sama untuk membuat wisata berkuda di Prabumulih," tuturnya.

Untuk perawatan kuda peliharannya itu, Hendri sengaja mendatangkan langsung perawat khusus kuda dari Sumatera Barat dan Bandung. Begitu juga untuk masalah kesehatan kuda yang selalu di cek oleh dokter hewan.

"Untungnya di Prabumulih ada dokter hewan yakni drH Nora Agustina. Beliaulah yang selalu rutin cek kesehatan kuda-kuda peliharan ini. Kalau untuk pakannya memang agak sedikit sulit, karena selain rumput juga dikasih pakan tambahan berupa pelet. Nah pakan tambahan ini didatangkan langsung dari Bogor," imbuhnya.

Sementara itu, dr H Nora Agustina yang sempat dibincangi usai melakukan cek kesehatan hewan kuda peliharaan tersebut mengatakan, untuk perawatan kuda-kuda dibutuhkan perhatian khusus. Selain kebersihan kandang dan pakanan yang sehat, kuda-kuda peliharaan juga harus rutin dicek kesehatan. Mengingat kuda juga rentan terhadap penyakit.

"Biasanya penyakit yang sering dialami oleh hewan kuda adalah jenis kolik yang mengganggu pencernaan. Begitu juga dengan penyakit flu. Agar tidak terserang penyakit hewan kuda harus disuntik vitamin dan antibiotik. Kuda-kuda pun juga harus rutin dilatih agar otot-ototnya tidak kaku," tandansya. (LN 01)





Posting Komentar