Gorontala, Laparta News – Merasa dipersulit untuk mengurus surat izin keramaian seorang Pemimpin Redaksi Media Online mediacerdasbangsa.com berontak di hadapan Irwasda Polda Gorontalo. Hal itu ia lakukan lantaran kesal dengan sistim pelayanan yang dilakukan oleh Polda Gorontalo yang dinilai berbelit-belit.

Bahkan tak tanggung-tanggung pihak kepolisian minta hingga belasan juta rupiah. Alasannya, untuk biaya pengamanan dalam acara kegiatan permainan anak yang akan di gelar di Mall Gorontalo.

“Bayangkan pak, kami diminta Rp2,5 juta hanya untuk rekomendasi  pengurusan izin ke Polda. Belum lagi kami diminta Rp15 juta untuk biaya pengamanan,” terang Meidy kepada Irwasda Polda Gorontalo, Kombel Pol. Agus Supriyanto yang didampingi Direktur Kharisma Radio 90 FM, di Halaman Parkir Polda Gorontalo, pada Selasa (23/07/2019).

Meidy menerangkan, MCB.Com dan Kharisma Radio 90 FM merupakan media partner dari kegiatan tersebut.

“Kita saja sebagai media dipersulit, apalagi cuma masyarakat biasa. Jika masih begini sikap kepolisian, kapan negara ini akan berubah dan mengalami kemajuan,” ujarnya kesal.

Di sisi lain, Meidy juga menyoroti soal pungutan biaya pengurusan izin yang tidak diketahui besarannya. Padahal biaya pengurusan izin hanya sekedar membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang nominalnya sudah ditentukan. Jika diluar dari ketentuan tersebut, maka sudah masuk pada ranah pungli.

Demikian halnya dengan syarat pengurusan izin keramaian. Menurut Meidy, telah diatur dalam Juklap Kapolri No. Pol/02/XII/95 tentang perijinan dan pemberitahuan kegiatan masyarakat. Artinya kata Medy, jika prosedur telah dipenuhi, tak ada lagi hal yang sulit.

“Kita kan melaksanakan kegiatan ini sesuai prosedur,” tandasnya.

Irwasda Polda Gorontalo, Kombes Pol. Agus Supriyanto mendengar keluhan tersebut, berjanji akan menindak lanjutinya.

“Silahkan saja kegiatan itu dilaksanakan, biar saya yang akan menyelesaikan di internal,” ungkap Agus dengan lemah lembut sambil tersenyum.

Sementara itu, Kapolri  Jenderal Pol. Tito Karnavian seperti dilansir oleh berbagai media menginstruksikan, Polri menggerakkan Tim Saber Pungli di pusat maupun di daerah pada sektor pelayanan publik.

Tito mengancam akan menindak Kapolda dan kepolisian yang tidak menjalankan operasi pemberantasan Pungli. Tito meminta kepada semua Kapolda agar serius melakukan pemberantasan Pungli.

“Ini perintah presiden, bukan saya,” tegas Tito. (Tim)

Posting Komentar