Jakarta, Laparta News - Tim Papat yang didaulat oleh Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Media Online (IMO) Indonesia untuk membuka komunikasi sekaligus beraudiensi dengan Dewan Pers akhirnya dapat terealisasi.

Pertemuan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari surat yang disampikan oleh Dewan Pimpinan Pusat IMO-Indonesia kepada Ketua Dewan Pers Prof Dr Ir KH Muhammad Nuh DEA beberapa waktu yang lalu, yang dalam kesempatan ini diterima Agus Sudibyo selaku Anggota Dewan Pers unsur tokoh masyarakat.

Adapun Tim Papat yang dimaksud terdiri dari Dewan Pembina, Tjandra Setiadji SH MH, Dr Yuspan Zaluku SH MH, Troy Elevon SE MM serta Sekretaris Jenderal IMO-Indonesia M Nasir Bin Umar.

Dewan Pembina IMO-Indonesia Tjandra Setiajhi dalam sambutannya menuturkan bahwasanya IMO-Indonesia merupakan organisasi badan usaha perseroan pers yang berdiri pada 27 Oktober 2017 dan berafiliasi kepada Dewan Pers. Saat ini anggota IMO sendiri sudah terbentuk di 20 Provinsi dengan jumlah anggota lebih dari 250 Media.

Dalam kesempatan tersebut Tjandra juga sempat menyampaikan permasalahan hukum yang yang sedang terjadi antara IMO-Indonesia dengan Dewan Pers yang disebabkan oleh mis komunikasi sebelum terbitnya surat edaran dimaksud.

"Dan hal tersebut mendapat tanggapan sangat serius dari Agus Sudibyo (Dewan Pers - red) yang akan segera mengkomunikasikan secara internal agar ada solusi yang lebih baik," ujar Tjandra kepada wartawan pada Kamis (18/07/2019).

Dewan Pembina IMO-Indonesia, Troy Elevon juga turut menyampaikan apabila ada hal yang menyangkut peryataan sikap maupun terkait pemberitaan pada media online yang merupakan anggota IMO-Indonesia agar terlebih dahulu diinformasikan kepada DPP.

"Tujuannya tidak lain adalah agar jika tedapat kekeliruan dan masalah bisa diklarifikasi terlebih dahulu. Sehingga tidak menjadi bias di kemudian hari," jelasnya.

Senada dengan Troy Elevon salah satu Dewan Pembina IMO-Indonesia Yuspan Zaluku yang juga turut hadir menyampaikan bahwasanya keberadaan IMO Indonesia tidak lain adalah untuk menepis informasihoax serta ujaran kebencian dalam pemberitaan.

"Untuk itulah kami mendorong peran serta IMO-Indonesia menjadi bagian dari organisasi media yang berkebhinekaan," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal IMO-Indonesia M Nasir Bin Umar menuturkan bahwa sebagaimana vis dan misi organisasi, keberadaan IMO-Indonesia di berbagai daerah kiranya dapat memberikan nilai tambah akan informasi daerah dan potensinya untuk dapat diangkat dalam pemberitaan nasional.

Pertemuan yang  berlangsung pada hari selasa siang, 16/07/2019 tersebut sangat cair serta mendapat respon yang cukup bagus. Bahkan perwakilan Anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo mengapresiasi keberadaan IMO Indonesia.

"Apalagi visi dan misinya jelas, yakni turut mencerdaskan kehidupan berbangsa dengan pemberitaan yang benar serta berimbang," pungkasnya. (Red/Ril)

Posting Komentar