Muara Enim, LapartaNews - Isak tangis keluarga dan kerabat pecah saat peti jenazah Sersan Satu (AnM) Ricson Edi bin Suwardi Sutan Basa saat tiba di rumah duka di RT 01 Karang Endah Utara, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

Tangis haru juga tak terbendung dari Endang Susilawati (37) istri tercinta almarhum. Kehilangan seorang suami yang merupakan tulang punggung keluarga membuat ibu dua anak itu sempat lunglai dan pingsan.

Prajurit yang bertugas di Batalyon Kaveleri 5/DPC Karang Endah, Muara Enim ini gugur di medan perjuangan saat mengamankan demo di Kantor Bupati Deiyai, Papua pada Rabu (28/08/2019).

Almarhum meninggal setelah diserang sekelompok pendemo yang melakukan unjuk rasa dalam kerusuhan tersebut. Pendemo menyerang korban saat berada dalam mobil. Sejumlah anak panah menyasar ke tubuh korban yang menyebabkan ia harus kehilangan nyawa.

Tidak hanya Sersan Satu (AnM) Ricson Edi yang menjadi korban dalam kebringasan pendemo. Sejumlah rekan almarhum dari TNI juga turut menjadi korban.

Diantaranya, Sertu Sunendra terkena panah pada bagian pantat dan punggung sebelah kanan, Serka Arif Y terkena luka senjata tajam sejenis parang di bagian kepala dan pelipis.

Selanjutnya, tiga anggota Polri juga turut menjadi korban yakni Bripda Dedi terkena panah pada bagian leher, Bripka Rifki terkena panah pada bagian tangan kiri dan Barada Akmal terkena panah di bagian punggung belakang.

Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan,  dengan upacara militer. Pemakaman akan dilakukan pada Jumat pagi 30 Agustus 2019.

Kapendam II Sriwijaya Kolonel Inf Djohan Darmawan mengungkapkan, jenazah almarhum tiba di Bandara Sultan Badaruddin II Palembang sekitar pukul 18.30 WIB. Kemudian, dibawa ke rumah duka di Desa Karang Endah, Gelumbang, Muara Enim.

"Besok langsung dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Prabumulih secara militer dipimpin Kasdam II Sriwijaya," ungkap Djohan, Kamis (29/8).

Dijelaskannya, almarhum prajurit organik Yonkav 5 Karang Endah, Muara Enim ini baru dua bulan bertugas di Papua bersama 84 prajurit lainnya. Mereka semestinya bertugas selama satu tahun di provinsi itu.

"Kami sangat kehilangan almarhum. Dia meninggalkan satu orang istri dan dua anak yang masih kecil," ujarnya.

Atas jasa dan pengorbanannya, pihaknya mengajukan kenaikan pangkat satu tingkat menjadi Sertu Anumerta kepada almarhum. Dedikasi dan profesionalitas almarhum tak terbantahkan dan menjadi teladan bagi prajurit lain.

"Almarhum gugur saat bertugas, semoga keluarga dapat sabar menghadapi musibah ini. Tidak hanya keluarga besar almarhum, kami dari TNI juga merasa kehilangan akan kepergian almarhum," tukasnya. (LN 01)

Posting Komentar