Kondisi jalan lintas Prabumulih-Baturaja yang rusak dan dipenuhi debu saat dilewati kendaraan

Prabumulih, Laparta News - Bagi pengendara khususnya kendaraan roda dua yang melintas di Jalan Prabumulih-Baturaja hendaknya harus waspada dan ekstra hati-hati. Selain rusak dan berlubang, jalan yang berada wilayah Kelurahan Tanjung Rambang, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) ini juga diselimuti debu tebal.

Apalagi saat musim kemarau seperti saat ini, debu jalanan makin tebal dan berterbangan ketika kendaraan roda empat melintas. Yang menjadi korban adalah pejalan kaki dan pengendara kendaraan roda dua.

Kondisi ini sudah lama dikeluhkan warga sekitar. Hanya saja keluhan mereka sama sekali belum ada tanggapan dari pemerintah setempat.

"Hampir tiap hari kami menghirup debu saat melintas di jalan ini. Kasihan anak-anak sekolah yang tiap hari lewat sini," ujar Anshori (43), warga Kelurahan Tanjung Rambang, saat dibincangi Kamis (1/08/2019).

Mewakili masyarakat banyak, Ansori meminta Pemerintah Kota Prabumulih, khususnya dinas terkait untuk melakukan perbaikan jalan. Pasalnya warga setempat sudah merasa resah dan tidak nyaman dengan kondisi tersebut.

"Tolong jingok kondisi jalan kami yang ado di perbatasan sini. Jangan fokus membangun jalan masuk ke kebun karet bae. Kami yang ado di Tanjung Rambang jugo ingin jalan lintas ini diperbaiki," keluhnya.

Tebalnya debu yang disebabkan oleh rusaknya jalan tersebut membuat warga harus menyirami jalanan dengan air. Hal ini dilakukan agar debu tidak menyebar lebih luas hingga ke dalam rumah warga.

"Inilah gawe kami tiap hari, nyirami jalan biar idak debuan. Sementaro nak dapatke banyu la mulai sulit, tepakso disiram pake air paret. Kalau dak disiram debunyo masuk ke dalam rumah," kata Ismiati seraya mengaku risih dengan banyaknya debu yang disebabkan oleh rusaknya jalan lintas Prabumulih-Baturaja tersebut. (LN 01)



Posting Komentar