Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Firly MSC didampingi Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM saat menyerahkan dana operasional insentif RT-RW dan kunci rumah baru kepada warga kurang mampu

Prabumulih, LapartaNews - Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya yang hidup di bawah garis kemiskinan, Pemerintah Kota Prabumulih di bawah pimpinan Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM dan Wakil Walikota Prabumulih H Andriansyah Fikri SH memfokuskan program kerja bangun rumah baru.

Program andalan yang telah dijalani selama satu periode oleh kedua pasangan ini digadang-gadangkan mampu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan telah dibangunnya ratusan rumah tidak layak huni bagi warga kurang mampu.

Hal tersebut diungkapkan Ridho Yahya saat menyerahkan dana operasional dan insentif RT-RW serta pekerja sosial se Kota Prabumulih triwulan III tahun 2019, di Pendopoan Rumah Dinas Walikota Prabumulih, Rabu (21/08/2019).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Drs Firly MSC, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk SIK, Ketua DPRD Prabumulih Ahmad Palo SE, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Prabumulih, Ketua Pengadilan Negeri Prabumulih, Kakan Kemenag serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ribuan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Ridho menegaskan melalui program bangun rumah baru tersebut ia bersama dengan Andriansyah Fikri menargetkan dimasa kepemimpinannya lima tahun ke depan Prabumulih bebas rumah tidak layak huni.

"Ini adalah tujuan kita dalam memberikan tempat tinggal yang layak bagi warga yang kondisi rumahnya tidak layak huni lagi. Kita ingin mengangkat derajat mereka dengan memberikan rumah baru sebagai tempat tinggal yang nyaman. Dengan catatan tanahnya milik sendiri," ungkapnya.

Ridho menjelaskan, dana yang digunakan dalam program bangun rumah baru berasal dari sumbangan infak dan sedekah yang dikeluarkan setiap bulannya dari pegawai Pemkot Prabumulih. Dana tersebut dikelola langsung oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Prabumulih. Dari sumbangan itu setidaknya dapat dibangunkan sebanyak 10 rumah baru setiap bulannya.

"Program ini mungkin berbeda dengan program bantuan rumah di daerah lain. Seperti Jakarta, gubernurnya masih sibuk dengan mengatur program bantuan rumah murah dengan DP nol persen tapi di Prabumulih sudah memberikan rumah gratis bagi warganya. Hanya nilainya saja yang berbeda," jelasnya.

Bahkan menurut Ridho, berdasarkan data yang diperoleh dari Baznas setidaknya masih terdapat sekitar 70 rumah tidak layak huni yang akan diajukan ke dalam proggram bangun rumah baru.

"Artinya dengan jumlah sebanyak itu tidak sampai dua tahun dapat dituntaskan pembangunannya. Sehingga Prabumulih bebas dari rumah tidak layak huni," bebernya.

Dalam kesempatan itu pula, Kapolda Sumsel dipercaya untuk menyerahkan sebanyak 25 kunci rumah baru yang telah dibangun di triwulan ke III tahun 2019. Selain itu Kapolda juga didaulat untuk menyerahkan secara simbolis dana operasional RT-RW dan pekerja sosial.

"Kita perlu berbangga hati dengan program-program yang dijalankan oleh Pemkot Prabumulih. Untuk itu program ini harus terus didukung penuh oleh masyarakat. Terutama antara Pemkot Prabumulih dengan DPRD. Semuanya harus bersinergi satu sama lain, demi mewujudkan pembangunan yang adil dan merata," pungkasnya. (LN 01)


Posting Komentar