Lurah Prabujaya bersama dengan staf kelurahan dan sejumlah warga gotong royong membangun taman di tempat pembuangan sampah liar di Jalan Ahmad Yani

Prabumulih, LapartaNews - Masih rendahnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan menjadi perhatian serius bagi Lurah Prabujaya Septa Ariandi SE.

Pasalnya banyak warga yang dengan sengaja membuang sampah bukan pada tempatnya. Khususnya di seputaran Taman Kota Prabujaya yang seharusnya menjadi wilayah bebas sampah.

Padahal pihaknya telah menyiapkan tempat pembuangan sampah sementara yang tersebar di sejumlah titik di kelurahan tersebut. Namun, sejumlah warga masih saja membuang sampah sembarangan yang tentunya dapat menganggu dan merusak keindahan lingkungan.

Nah, untuk menghilangkan kebiasaan buruk itu dirinya bersama dengan staf kelurahan yang dibantu sejumlah warga menyulap sejumlah tempat pembuangan sampah liar menjadi taman.

Seperti yang ada di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di samping Taman Kota Prabujaya, beberapa titik tempat pembuangan sampah liar di wilayah tersebut kini terlihat bersih dan indah.

"Kita sengaja bangun taman agar warga tidak lagi membuang sampah di sini. Karena kalau hanya dibersihkan saja besok-besoknya mereka yang biasa buang sampahnya di sini pasti akan mengulanginya lagi. Kalau sudah dibangun taman begini saya rasa mereka akan malu dan sadar kalau tempat ini bukan tempat pembuangan sampah," ujar Septa kepada awak media, Jumat (20/09/2019).

Tidak hanya di Jalan Ahmad Yani, tempat pembuangan sampah liar yang berada di perempatan Jalan RA Kartini pun kink juga sudah bebas dari sampah. Padahal lokasi tersebut biasanya kerap ditemui tumpukan sampah yang terkadang menimbulkan aroma tidak sedap.

"Kita sudah siapkan titik tempat pembuangan sampah sementara yang ada di belakang GOR Taman Kota Prabujaya, silahkan buang sampahnya di sana. Kita ingin mengurangi titik tempat pembuangan sampah liar agar Prabumulih ini tetap bersih dan indah. Manfaatnya bukan untuk saya tapi untuk kita semua warga Prabumulih," pungkasnya. (LN 01)


Posting Komentar