Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM saat menyampaikan pidatonya dalam acara BBGRM di Desa Pangkul, Kecamatan Cambai

Prabumulih, LapartaNews - Masih rendahnya kesadaran sejumlah lurah untuk mengajak warganya melakukan giat gotong royong menjadi perhatian serius Walikota Prabumulih Ir H Ridho Yahya MM.

Menurut Ridho, hendaknya lurah harus bisa memberikan contoh bagi warganya untuk peduli terhadap lingkungan. Turun ke jalan untuk mengajak warganya melakukan giat gotong royong adalah tanggung jawab lurah dalam menciptkan lingkungan yang sehat dan bersih.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ridho saat menghadiri acara Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XVI dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 47 tingkat Kota Prabumulih tahun 2019 di Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Senin (09/09/2019).

"Melalui kegiatan BBGRM ini dapat dijadikan sebagai momentum mengingatkan kembali budaya gotong royong yang merupakan karakter masyarakat Indonesia. Ini yang harus ditekankan setiap lurah kepada masyarakatnya," ujar Ridho.

Masih kata Ridho, setiap saat dirinya selalu memantau sejumlah kelurahan yang tersebar di Kota Prabumulih. Bahkan ia masih mendapati beberapa kelurahan yang terlihat kotor dan semrawut.

"Kelurahan Prabujaya misalnya, masih banyak warganya yang buang sampah sembarangan. Harusnya lurah lebih aktif lagi mensosialisasikan gotong royong kepada warganya. Bagaimana daerahnya mau bersih kalau lurahnya sendiri tidak bisa memberikan contoh kepada warganya," ungkap Ridho.

Ia menegaskan, budaya gotong royong telah menjadi warisan leluhur bangsa Indonesia yang harus getol ditularkan masyarakat khususnya kepada generasi penerus bangsa, dan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita gaungkan semangat gotong-royong yang patut ditanamkan sejak dini dalam proses pendidikan anak-anak kita. Untuk itu bermusyawarah saat membuat keputusan dan bergotong-royong saat bekerja," tandasnya. (LN 01)



Posting Komentar