Tampak semburan gas keluar dari salah satu pipa sumur minyak tua milik PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field di Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim


Muara Enim, LapartaNews - Sebuah sumur minyak L5A-185 SP3 di Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim milik PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field mengalami kebocoran. Sumur minyak yang sudah lama tidak dioperasikan ini menyemburkan gas bercampur minyak dan air.

Peristiwa bocornya sumur yang terjadi pada Rabu (23/10/2019) ini diduga akibat korosi pada pipa sumur. Akibatnya pipa yang sudah tua itu tak mampu menahan tekanan gas dari dalam tanah hingga mengalami kebocoran.

Kencangnya semburan menimbulkan suara bising dan mengeluarkan gas seperti bercampur air yang mengarah ke perkebunan sawit dilokasi tersebut. Tampak tanaman di sekitar semburan gas menjadi rusak akibat kuatnya semburan yang dikeluarkan oleh sumur minyak tua itu.

Sumur tua yang diduga mengalami Blow Out itu, merupakan salah satu sumur yang telah lama tidak digunakan. Terlihat dari area lokasi sekitar sumur ditumbuhi rerumputan yang sudah tinggi seperti tidak terawat.

Menurut Yd (42), warga setempat yang minta namanya diinisialkan mengatakan, kejadian ini diduga karena kurangnya perawatan dari pihak perusahaan sehingga mengakibatkan blow out yang menimbulkan suara bising dan bau menyengat.

“Diketahui kemarin, setelah terdengar suara bising dan tercium bau menyengat seperti bau gas. Saat mau pergi nyadap karet, terlihat aliran semburan gas yang keluar dari sumur tersebut, baunya sangat tajam,” ujarnya, Kamis (24/10/2019).

Dirinya berharap agar pihak perusahaan dapat segera melakukan tindakan agar sumur bocor tersebut tidak cepat menyebar dan pencemaran tidak berdampak luas.

“Saya berharap agar perusahaan segera mengambil tindakan. Kita sangat takut kalau mau pergi menyadap karet, takut nanti tiba-tiba ada yang jahil atau meledak,” ungkapnya.

Sementara, Manager PT Pertamina Asset 2 Limau Field melalui Relation & Formalities, Afrianto menbenarkan adanya kejadian tersebut. Namun ia membantah jika itu disebut blow out.

"Memang benar beberapa waktu lalu ada sumur kita yang bocor. Kebocoran tersebut disebabkan karena fenomena alam dan mengalami tekanan sehingga hanya mengeluarkan gas kering. Jadi bukan blow out," kata Afri saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jum'at (25/10/2019).

Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa kebocoran itu terjadi di sumur tua L5A-185 yang berada di Desa Karya Mulya, letaknya di perbatasan Kota Prabumulih dan Kabupaten Muara Enim.

"Sudah selesai kejadian tersebut. Tim Work Over Work Service (WOWS ) sudah kita turunkan untuk menangani kejadian tersebut selama dua hari kemarin, sekarang sudah seperti biasa. Sumur L5A-185 masih di dalam area perusahaan dan jauh dari permukiman warga sekitar. Sampai saat ini pun tidak ada yang melapor dan merasa dirugikan dari kejadian itu," terangnya.

Ia pun membantah kabar yang menyebutkan bahwa kurangnya perawatan dari pihak perusahaan terhadap sumur-sumur tua milik perusahaan pertamina.

"Tim kita sudah turun dan rutin melakukan pengecekan dan pembersihan ke semua sumur yang ada dekat permukiman maupun di perbatasan Kota Prabumulih," pungkasnya. (red)

Posting Komentar