Kondisi salah satu rumah warga yang terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur Kota Prabumulih

Prabumulih, LapartaNews - Hujan deras yang mengguyur Kota Prabumulih pada Senin malam (28/10/2019) sekitar pukul 22.30 WIB membuat sejumlah pemukiman warga terendam air. Salah satunya yakni di kawasan Jalan Padat Karya, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur.

Hal ini diduga disebabkan oleh pengerjaan proyek drainase yang saat ini tengah dikerjakan oleh pihak kontraktor di sepanjang Jalan Padat Karya. Derasnya hujan membuat aliran air tidak berjalan dengan lancar, sehingga meluap ke jalan.

Tak ayal, belasan rumah dan sejumlah warung milik warga yang berada terutama di Lingkungan RT 01 RW 01 Kelurahan Gunung Ibul itu mengalami kebanjiran hingga setinggi lutut kaki orang dewasa. Harta benda serta barang-barang dagangan warung banyak yang rusak terendam air.

Sejumlah warga mengaku, meluapnya air hingga ke rumah warga lantaran gorong-gorong yang berada tepat di Simpang Empat Gunung Ibul tersumbat.

"Baru sekali ini, banjir sampai masuk ke dalam rumah kami setinggi ini. Seharusnya, setelah drainase yang ada di arah sungai sudah diperbaiki, pelaksana mendahulukan dulu membongkar gorong-gorong yang ada di bawah jalan simpang empat ini," ujar Zainal selaku Ketua RW 01 Kelurahan Gunung Ibul kepada wartawan saat di lokasi, Selasa pagi (29/10/2019).

Menurutnya, hal tersebut sudah disampaikan olehnya ke pihak pelaksana proyek drainase tersebut sebelumnya. Namun, kata dia justru pelaksana mengerjakan drainase jalan Padat Karya yang selanjutnya.

"Kami juga sebelumnya sudah sampaikan ke mereka (pelaksana proyek, red). Tapi masih saja belum mereka kerjakan, takutnya kalau hujan deras seperti ini genangan air sudah pasti meluap," bebernya.

Ia berharap pemerintah kota (Pemkot) dapat mengambil langkah tepat menanggulanginya, sebab, setiap hujan deras mengguyur di ruas jalan tersebut tetap digenangi banjir.

"Seharusnya pemerintah segera menyelesaikan secepatnya, sehingga tidak ada lagi kejadian seperti ini," ucap Zainal.

Ali Usman (52) salah seorang warga setempat ini menyampaikan hal serupa. Dirinya juga menyebutkan bukan hanya drainase yang pengerjaannya terkesan lamban, tapi juga pembangunan trotoar Jalan Padat Karya yang tengah dilakukan saat ini dinilai tanpa penyesuaian.

"Rumah dan warung kami juga kebanjiran pak. Selanjutnya itu, coba lihat trotoar itu pak, sudah tau ada jalan mau masuk ke warung kami malah dibangunkan trotoar, seharusnya kan kasih jarak lah untuk jalur jalan," ungkapnya. (red)

Posting Komentar