Ketua KONI Kota Prabumulih M Daud Rotasi

Prabumulih, LapartaNews - Ketua KONI Kota Prabumulih M Daud Rotasi, akhirnya angkat bicara terkait tidak diperbolehkannya tim putri cabang olahraga volly asal Kota Prabumulih mengikuti pertandingan pada babak penyisihan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 12 Sumsel lantaran tidak menggunakan seragam.

Meskipun mengaku kecewa atas kejadian itu namun Daud membantah jika pihaknya tidak memberikan fasilitas perlengkapan olahraga yang dibutuhkan setiap cabor untuk menghadapi Porprov 12 khususnya kepada cabor volly.

Daud menjelaskan seluruh fasilitas yang dibutuhkan oleh atlet di cabor volly telah dipenuhi. Baik itu fasilitas olahraga seperti bola volly, sepatu, tas, seragam hingga uang saku untuk atlet, pelatih dan pengurus cabor.

"Memang untuk kostum hanya ada satu stel yang disiapkan. Namun bukan berarti hal ini harus dijadikan sebagai bahan bagi pengurus cabor untuk lepas dari tanggungjawab. Harusnya pengurus cabor paham dan bisa memaksimalkan keadaan. Jangan sampai atlet-atlet yang menjadi korban," ujar Daud saat dibincangi di kantor KONI pada Selasa (19/11/2019).

Lebih lanjut Daud mengungkapkan, pihaknya telah memanggil pelatih dan ketua serta pengurus cabor volly untuk mengetahui akar permasalahan yang sebenarnya terjadi. Belakangan diketahui ada miskomunikasi antara pelatih dangn pengurus cabor.

"Ternyata memang ada kekompakan antara pelatih dan ketua cabor. Tapi semuanya sudah kita selesaikan demi nama baik KONI Prabumulih. Kasihan kita atlet-atlet yang sudah lelah berlatih selama ini tiba-tiba tidak bisa bertanding hanya gara-gara masalah kostum. Untuk apa ada pengurus cabor kalau mereka tidak bisa mencarikan solusi jika ada masalah dilapangan, bukan malah lari dari masalah," tegasnya.

Lebih jauh Daud menuturkan, pihaknya telah meminta pelatih dan pengurus cabor volly untuk berkoordinasi dengan pihak panitia agar kembali mengikutsertakan tim volly putri bertanding. Dengan harapan tim volly putri bisa menampilkan aksinya saat berlaga di Porprov 12.

"Yang jelas kita akan usahakan agar tim volly putri bisa kembali bertanding. Bahkan seragam yang sebelumnya jadi masalah sudah ditambah. Ini adalah tanggungjawab kita bersama. Semoga hal ini tidak terjadi lagi, begitu juga bagi cabor-cabor lainnya," pungkasnya. (LN 01)

Posting Komentar