Kondisi korban Anju saat ditemukan tewas di tempat kejadian setelah mengalami kecelakaan di perlintas kereta api Jalan Pakjo

Prabumulih, LapartaNews - Perlintasan Rel Kereta Api tanpa palang pintu di Kota Prabumulih kembali memakan korban. Kali ini sebuah mobil pick up jenis Suzuki Carry rusak berat setelah ditabrak kereta api saat melintas di perlintasan rel kereta api tepatnya di Jalan Pakjo, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur.

Peristiwa ini terjadi pada Jumat dini hari (20/12/2019), sekira pukul 23.00 WIB. Akibat kejadian ini satu orang tewas di tempat kejadian perkara (TKP) bernama Anju Siburian (33), warga Perum Prabu Indah, Rt 07, Rw 04, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur dan rekannya yakni Mukti (58), warga Danau Rata, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim mengalami luka serius.

Informasi yang dihimpun, peristiwa kecelakaan ini berawal saat mobil pick up yang dikemudikan oleh Anju melintas dari arah Sukajadi menuju Taman Murni. Lantaran kondisi hujan, saat melintas di perlintasan kereta api tanpa dilengkapi palang pintu diduga korban tidak mengetahui jika dari arah Prabumulih secara bersamaan melintas kereta api jenis tangki minyak.

Tabrakan pun tak dapat terhindarkan sehingga mobil yang dikendarai oleh kedua korban terseret kereta api dan terbalik. Naas bagi korban Anju, ia harus tewas di lokasi kejadian dengan kondisi tersangkut di pintu mobil. Sedangkan rekan korban yakni Mukti mengalami luka serius.

Kedua korban selanjutnya di evakuasi petugas Satlantas Polres Prabumulih ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Prabumulih untuk mendapatkan pertolongan medis.

Salah satu keluarga almarhum mengaku tidak menduga jika korban akan tewas dengan kondisi mengenaskan dalam peristiwa kecelakaan itu. Pasalnya, sebelum kejadian korban sempat menelpon istrinya dan mengabarkan akan segera pulang ke rumah.

"Setengah jam sebelum kejadian dia nelpon. Katanya mau pulang, makanya kami siap-siap masak. Tidak lama kemudian malah dapat kabar kejadian ini. Kasihan anaknya, padahal baru berumur dua bulan," ujar salah satu keluarga korban seraya terisak menangis.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudharmaya SIK melalui Kasat Intel AKP Aan Sunardi saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kecelakaan di perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu tersebut.

"Ada satu korban yang meninggal di TKP. Memang perlintasan rel kereta api di kawasan itu tidak dilengkapi oleh palang pintu, dan rawan terjadi kecelakaan. Kasus kecelakaan ini sudah ditangani oleh pihak Satlantas," pungkasnya. (LN 01)



Posting Komentar