Kondisi kakak adik berkebutuhan khusus yang terlihat memprihatinkan saat dikunjungi anggota Babinsa dan Babinkamtibmas Polsek Gelumbang untuk menyalurkan bantuan sembako

Muara Enim, LapartaNews - Sungguh ironis melihat tayangan sebuah video yang menggambarkan kondisi kehidupan kakak beradik yang hidup tanpa orang tua di wilayah Dusun II, Desa Sebau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

Video tersebut sempat viral saat anggota Babinsa Koramil 404-01 Gelumbang dan Babinkamtibmas Polsek Gelumbang berkunjung ke rumah anak yatim piatu itu untuk menyalurkan bantuan sembako dampak pandemik virus corona atau covid-19, pada Selasa (21/04/2020).

Kedua anak tersebut bernama Deluna (27) dan Rohima (24). Kondisi kedua kakak beradik ini sangat memprihatinkan. Keduanya terlihat kurus kering, lusuh dan tak terawat.

Mereka berdua hanya tinggal bersama dengan seorang kakak lelakinya bernama Amaladi (29) di sebuah rumah yang kondisinya terlihat kotor dan tidak sehat. Ironisnya sang kakak yang tidak bekerja itu seperti kurang memperhatikan keadaan kedua adiknya yang berkebutuhan khusus atau keterbelakangan mental.

Deluna yang fisiknya lemah dan kurus kering hanya bisa tergeletak tak berdaya di atas ranjang beralaskan kardus dan tikar pandan. Demikian juga dengan adiknya Rohima, meskipun masih bisa berjalan namun tubuh kurusnya tak bisa berdiri lama.

Mereka seperti orang kelaparan. Kurus kering, lusuh dan kotor lantaran tidak ada keluarga yang bersedia merawat setelah kedua orangtuanya meninggal.

Rumah yang mereka tempati juga kosong melompong, tidak ada perabotan rumah tangga di dalamnya, bahkan peralatan dapur untuk memasak pun juga tidak punya.

Keduanya masih bisa bertahan hidup berkat belas kasihan para tetangga yang merasa iba dengan kondisi Deluna dan Rohima. Mereka makan dari makanan yang diberikan para tetangga sekitar.

Meskipun bantuan dari pemerintah setempat telah diberikan namun tidak merubah keadaan mereka.

Saat anggota babinsa dan babinkamtibmas mendatangi keduanya, Rohima reflek langsung menyodorkan tangannya untuk meminta nasi. Lantaran bantuan yang diberikan berupa sembako dan tidak bisa langsung dimakan, maka mereka langsung mencarikan nasi untuk kedua kakak beradik itu.
Deluna dan Rohima saat dirawat di RSUD Gelumbang setelah dibawa oleh aparatur pemerintahan setempat untuk mendapatkan perawatan medis

Kunjungan yang dilakukan oleh anggota babinsa dan babinkamtibmas itupun terekam kamera perangkat desa dan menjadi viral di sejumlah sosial media. Lantaran kondisi keduanya sangat memprihatinkan akhirnya pemerintah setempat langsung turun tangan untuk mengevakuasi keduanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gelumbang.

Unsur Tripika Gelumbang yang membawa kedua kakak beradik malang ini adalah  Camat Gelumbang Syarkowi, SSos, Danramil 404-01 Gelumbang, Mardin, SE, Kapolsek Gelumbang AKP Priyatno, SH, SIK, dan Kepala UPTD Puskesmas Gelumbang Musadat, SKM, ikut serta Ponira, SH.

Kemudian, anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, Samudra Kelana serta TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) Kecamatan Gelumbang, H Amrullah, SIp, dan Kepala Samsat Muaraenim II Gelumbang, Agus Firmansyah, SE.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Muara Enim Drs Bakti melalui, TKSK Kecamatan Gelumbang, H Amrullah, SIp, menjelaskan, kedua kakak beradik ini salah satu keluarga menerima manfaat PKH dan BPNT dengan nama pengurus katagori nomor peserta 16030901004973 anggota yakni Amaladi (bukan kategori), Daluna (ketagori disabilitas mental), dan Rohima (katagori disabilitas mental).

“Kalau informasi mereka tidak mendapat bantuan sama sekali dari pemerintah itu hoax dan tidak benar. Keluarga tersebut sudah terdata dalam daftar penerima bantuan tetap dari pemerintah” kata Amrullah kepada media, Rabu (22/04/2020)

Menurutnya, mereka itu memang yatim piatu, dan mereka empat bersaudara, yaitu Amaladi (29), Deluna (27), Rohima (24) dan Ilhami (19).

Mereka adalah anak dari Yusupi (almarhum) dan Siti Halimah (almarhumah) semuanya warga Dusun II, Desa Sebau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim.

Amrullah mengungkapkan, Ilhami diadopsi oleh salah satu warga di Desa Sebau dekat tempat tinggalnya, sedangkan ketiga orang lainnya tetap di rumahnya yang merupakan rumah bantuan dari pemerintah desa dan warga setempat.

“Mereka selain masuk di KPM jaring pengaman sosial yaitu PKH dan program sembako, mereka juga mendapatkan bantuan program bapak Bupati yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk anak yatim piatu dan lansia terlantar setiap bulannya, berhubung mereka cacat mental ada perwakilan dari pihak keluarganya menerima bantuan tersebut untuk mereka,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Desa Sebau, Supriyadi, ia membantah jika keduanya terlantar. Menurutnya, mereka sudah lama mendapatkan bantuan, dan setiap ada bantuan mereka mendapatkannya, baik itu PKH, BPNT dan bantuan lainnya.

“Bahkan para tetangga mereka juga sering memberi mereka, baik makan maupun pakaian, dan itu rumah juga hasil dari program bedah rumah pemerintah. Mereka mengalami keterbelakangan mental dan tidak ada pihak keluarga yang merawatnya,” pungkasnya. (LN 01)

Posting Komentar