Agam, LapartaNews-Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria menyebutkan, UMKM bukan usaha lemah, tetapi usaha kecil yang menjadi salah satu ujung tombak penggerak perekonomian masyarakat, terutama dimasa new normal saat ini.
“Saat Covid-19 jadi pandemi di Kabupaten Agam bahkan dunia, tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga mempengaruhi perekonomian,” ujar Trinda Farhan Satria saat membuka pelatihan kewirausahaan bagi UMKM Agam, di Hotel Sakura Syariah Lubuk Basung, Senin (6/7).
Dengan begitu, ulasnya, kemampuan keluarga baik dalam memenuhi kebutuhan pokok termasuk usaha mulai dari UMKM hingga usaha besar, dapat dipastikan tidak mencapai target pertumbuhan ekonomi.
Trinda mengambil contoh tragedi yang terjadi di Indonesia pada 1998 silam, banyak usaha-usaha besar yang bertumbangan. Akan tetapi UMKM mampu menopang perekonomian Indonesia dikala itu.
“UMKM bukan usaha lemah, tetapi usaha kecil yang mampu mencari peluang dalam kondisi apapun. Bahkan memiliki daya serap tenaga kerja paling besar hingga pelosok nagari,” sebutnya.
Dengan digelarnya pelatihan akan ada sebuah penyegaran dan motivasi tambahan bagi UMKM Agam. Jangan jadikan Covid-19 sebagai penghalang, tetapi manfaatkan sebagai peluang untuk terus berkembang.
“Salah satu kriteria utama dalam mengembangkan usaha adalah inovasi. Selalu berfikir mencari peluang terhadap produk, pola promosi dan lainnya,” kata Trinda.
Ia mengakui, dalam usaha yang menjadi pokok permasalahan adalah pasar. Untuk itu katanya, perlu mendatangkan pasar dari luar melalui pariwisata, dalam hal ini pariwisata sifatnya bukan hanya memungut retribusi masuk atau parkir, tetapi lebih dari itu mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. (AL) 

Posting Komentar