Prabumulih, LapartaNews,- Meski masih dalam kondisi Covid-19 yang membuat aktivitas terbatas, Kemenpora dan PSSI tetap menggelar kegiatan olahraga. Salah satu kegiatan olahraga yang digelar Kemenpora dan PSSI adalah Sosialisasi Youth Fun Juggling Competition. Gelaran itu diikuti oleh 280 pesepak bola usia muda di Kota Prabumulih yang pembukaannya dilakukan di Stadion Talang Jimar pada Minggu (6/12/2020).

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas POKP Kota Prabumulih, Joko Firdaus SPd menyambut baik program yang diselenggarakan oleh Kemenpora. Menurutnya, meski pandemi covid-19 terjadi namun bukan berarti semangat olahraga menjadi luntur.

“Aktifitas olahraga harus tetap jalan, walaupun dalam keadaan yang terbatas seperti saat ini. Untuk itu kami sangat menyambut baik gelaran kompetisi juggling ini. Mudah-mudahan kegiatan positif ini bisa menambah semangat anak-anak muda dalam berolahraga khususnya sepak bola," ujarnya.

Joko menuturkan, pembinaan sebagai pembibitan atlit sepakbola memang diperlukan. Sehingga, pemain sepakbola punya kemampuan yang baik. Di samping itu latihan juga menjadi hal yang penting bagi para atlet dalam mengasah dan mempertajam kemampuannya.

“Ikuti kegiatan ini dengan baik, sehingga benar-benar memberikan manfaat kepada pesertanya. Melalui kegiatan ini kita berharap akan lahir bibit-bibit pesepak bola handal dari Kota Prabumulih,” imbuhnya.

Sementara itu, Perwakilan Kemenpora, Luki Ramdani mengatakan program yang dilaksankan oleh Kemenpora dan PSSI ini tidak lain adalah untuk menggali potensi pesepak bola usia muda yang ada di seluruh Indonesia. Tentunya melalui kegiatan tersebut para peserta diharapkan mampu memberikan penampilan yang terbaik khususnya dalam hal mengendalikan dan mengontrol bola.

"Khusus Provinsi Sumsel ada 6 kabupaten/kota yang kita sambangi salah satunya Kota Prabumulih.

Sejauh ini rekor juggling yang tercatat adalah selama 3 menit lebih. Saya berharap pesepak bola muda di Prabumulih ada yang mampu melakukannya," ujar Luki.

Masih kata Luki, dalam kompetisi ini setiap peserta diberikan satu buah bola, baju dan paket data. Peserta yang tampil harus merekam aksi jugglingnya dan mengapload ke instagram Main Bola Yuk. Untuk pemenang akan mendapatkan jersey bola yang ditandatangani oleh pemain Timnas Indonesia.

"Karena pandemi peserta yang hadir dalam acara pembukaan ini kita batasi untuk 30 orang. Sisanya mengikuti kegiatan kompetisi ini di rumah masing-masing peserta. Kita juga membeeika masker kepada peserta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan," bebernya.

Terpisah, salah satu pembina Sekolah Sepak Bola (SSB) Muara Dua Kota Prabumulih, Vio Marsel Alvian (VMA) mengungkapan rasa terima kasih atas diadakan kegiatan ini.

"Ini benar sebagai bentuk apresiasi kepada kami pengelola SSB, bahkan peserta diberikan paket data, bola, kaos, dan direkam kemampuan jugling dan kemudian dikirim ke kemenpora,” ungkapnya.

Bahkan menurutnya melalui kompetisi juggling ini pihaknya merasa terbantu, khususnya dalam hal pemberian bantuan bola yang memang sangat dibutuhkan pihaknya untuk melatih para siswa SSB binaannya.

"Dengan segala perhatian dan juga bantuan fasilitas dari pemerintah menjadikan pemicu untuk lebih giat berlatih," pungkas Coach VMA. (LN 01)


Posting Komentar