Sekayu, LapartaNews - Banyak langkah sudah dilakukan Pemkab Muba untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia baik ASN, pelajar dan mahasiswa. Muba tercatat sudah mengirimkan sejumlah pelajar dan mahasiswa berbakat untuk belajar hingga tingkat paripurna di antero Indonesia hingga negara maju Eropa, Amerika serta Timur Tengah.

Kali ini peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ASN dan non ASN di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali dilakukan Bupati Muba, Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dengan menggandeng Indonesia Brain Camp (IBC). Kerjasa yang tertuang dalam bentuk MoU Pemkab Muba dengan IBC,  di Opproom Pemkab Muba, Selasa (30/3/2021). Kesepakatan ini juga diteruskan dengan preview dan praktik metode belajar ala IBC.

Indonesia Brain Camp (IBC) Palembang ada sejak Agustus 2020 dan sudah menghimpun 85 anak yang belajar Bahasa Inggris mulai TK hingga mahasiswa. Metode yang diajarkan dalam English Camp ini yakni belajar sambil bermain, karena cara ini terbilang jitu mendidik anak-anak untuk menyerap ilmu.

Kolonel Laut (P) Filda Malari SE, CTMP mengatakan, program metode belajar bersama IBC ini merupakan bentuk komiten TNI Angkatan Laut untuk dapat berkontribusi bagi pemerintah daerah, khsususnya Pemkab Muba. Ini selaras dengan program kerja TNI Angkatan Laut yang meliputi lima klaster yaitu bidang pertahanan, kesehatan, ekonomi, pendidikan dan pariwisata.

"Melalui program IBC, diharapkan dapat  menjadi solusi  mewujudkan generasi emas di Sumsel, yang dimulai  di Kabupaten Muba. Kami apresiasi dan haturkan terimakasih kepada segenap Pemkab Muba, luar biasa respsonnya, kami bangga melihat acara preview IBC yang telah disiapkan begitu hebat. Tanpa pemimpin yang revolusioner tentu sulit diwujudkan, semoga Muba selalu unggul, terdepan dan sukses," pungkasnya.

Filda menyebutkan, di Indonesia Brain Academy Lanal Palembang program pembelajaran kursus otak kanan dipakai  belajar Bahasa Inggris, belajar Al Quran dan mengingat angka dengan cepat dan pengetahuan umum.

Di Indonesia Brain Academy Lanal Palembang, kata Filda,  ada tiga level tingkatan yakni survive, able dan user. “Dalam setiap tingkatan ada jumlah kosakata yang harus diingat dan dilafazkan. Kalau anak-anak sudah ingat dan hapal melafazkan 300-600 kosa kata itu bagus. Artinya mereka sudah mahir menggunakan bahasa Inggris dalam kegiatan keseharian,” katanya.

IBC tak hanya untuk belajar  bahasa Inggris melainkan juga belajar Al Quran dan belajar cepat mengingat angka termasuk peta dunia. Jadi selain belajar Bahasa Inggris, anak anak juga punya skil lain di bidang agama dan pengetahuan umum.

Menurutnya belajar Bahasa Inggris itu mudah jika menggunakan metode yang tepat. Dalam belajar anak-anak langsung mempraktikkan berbicara Bahasa Inggris.

“Para orang tua yang ingin anak-anaknya lancar dan mahir berbahasa Inggris dalam waktu cepat, ayo segera ajak mereka  bergabung bersama IBC,” ajaknya.

Acara dihadiri para guru dan tenaga pendidik serta ASN yang berada di Opprom dan secara daring juga diikuti 1000 participant melalui virtual zoom meeting terdiri  seluruh guru dan tenaga pendidik serta ASN di 15 kecamatan Muba.

"Saya takjub juga, awalnya saya fikir Danlanal Palembang mendatangi saya ingin membicarakan  pertahanan negara di bidang kelautan. Ternyata  beliau punya kepekaan sosial, mengajak bersama untuk menularkan sebuah metode yang dipercaya bisa mengaktifkan orang berbahasa Inggris dengan waktu yang singkat," ucap Dodi.

Dodi menyebut kegiatan IBC ini luar biasa. Sebab mengulik bagaimana metode aktifasi otak untuk diaplikasikan dalam berbagai bidang, salah satunya keahlian dalam berbahasa Inggris. Intinya IBC  mengembangkan skill  yang selama ini tidak terekspos karena tidak pernah digali. 

"Kita Pemkab Muba melihat ini sebagai salah satu upaya mengupgrade skill SDM di Kabupaten Muba. Muba akan selalu siap dengan pengembangan SDM, dan akan terus mendukung program yang ditelurkan oleh IBC," tandasnya. (Ags/ril)

Posting Komentar