Kapolres Muara Enim didampingi Kapolsek Gelumbang saat melihat kondisi Nurhakiki yang terlahir tanpa tulang hidung dan anus
Muara Enim, Laparts News - Tidak ada satu pun orang tua di dunia ini yang menginginkan anaknya terlahir dalam keadaan cacat. Namun hal inilah yang harus diterima oleh pasangan suami istri Syaifuddin (47) dan Komariah (45), warga Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

Putra keduanya yang diberi nama Nurhakiki ini terlahir dalam keadaan cacat. Bayi malang yang baru berusia 2 minggu itu pun harus berjuang untuk tetap hidup dengan kondisi tidak memiliki tulang hidung dan anus.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakatnya, Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono SIK yang mendapat informasi terkait kondisi bayi malang ini langsung datang berkunjung untuk mengetahui keadaan Nurhakiki. Dengan didampingi Kapolsek Gelumbang AKP Idrowono SH, Kapolres mengaku turut prihatin dengan keadaan Nurhakiki yang terlahir tidak normal.

"Kita turut prihatin dengan kondisi bayi malang ini. Untuk itu kami datang langsung memberikan dorongan semangat kepada kedua orangtuanya agar tetap tabah dan sabar dalam menerima cobaan ini," ujar Kapolres di sela-sela kunjungannya di kediaman Nurhakiki, Selasa (8/1).

Sebagai bentuk kepedulian terhadap Nurhakiki, Kapolres Muara Enim beserta jajaran memberikan sejumlah uang santunan untuk dapat meringankan beban kedua orang tuanya.

"Kita juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Muara Enim khususnya Dinas Kesehatan untuk bisa mencarikan solusi yang terbaik demi kelangsungan hidup si bayi. Dilihat dari keadaannya bayi ini memang harus menjalani operasi," jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Gelumbang menambahkan, selain memberikan santunan kepada Nurhakiki, pihaknya juga rutin menggelar bakti sosial kepada warga kurang mampu. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan  kedekatan antara Polsek Gelumbang dan masyarakat serta keinginan dalam berbagi kepada sesama yang membutuhkan.
Kapolsek Gelumbang serahkan bantuan sembako kepada salah satu warganya yang kurang mampu
"Kita punya program Gelumbang Berbagi Sesama. Ini adalah bentuk wujud kepedulian kepada saudara-saudara yang kurang mampu. Salah satunya bantuan sembako dan uang santunan yang diberikan kepada Bapak Mustajab yang kesehariannya bertugas sebagai marbot di masjid Nurul Fatah," bebernya.

Melalui bantuan dan santunan yang diberikan, pihaknya berharap dapat meringankan beban kepada sesama serta menjadi ladang amal dalam berbuat kebaikan.

"Karena dalam harta yang kita miliki ada hak orang lain yang harus kita keluarkan. Kami berharap kegiatan positif ini tetap terus berjalan. Khususnya dalam hal berbagi kepada sesama suadara yang membutuhkan," tandasnya. (LN 01)

Posting Komentar